Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebidanan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Juni 2012

Inovasi


A.    Pengertian Inovasi

      Inovasi (Innovation) ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang dirasakan atau diamati sebagai suatu hal yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang (masyarakat), baik itu berupa hasil invention maupun diskoveri (Syaefudin, 2010).
      Menurut Subekti (2007) inovasi adalah segala sesuatu ide, cara-cara ataupun obyek yang dipersepsikan olehseseorang sebagai sesuatu yang baru dan merupakan segala perubahan yang dirasakan sebagai sesuatu yang baru oleh masyarakat yang mengalaminya.

B.     Pengertian Difusi dan Diseminasi Inovasi

      Difusi ialah proses komunikasi inovasi antara warga masyarakat (anggota  sistem  sosial),  dengan  menggunakan saluran  tertentu  dan  dalam waktu tertentu. Komunikasi dalam definisi ini ditekankan dalam arti terjadinya saling tukar informasi (hubungan timbal balik), antar beberapa individu baik secara memusat (konvergen) maupun memencar (divergen) yang berlangsung ecara  spontan.  Dengan  adanya  komunikasi  ini  akan  terjadi  kesamaan pendapat antar warga masyarakat tentang inovasi. Jadi difusi dapat merupakan salah satu tipe komunikai yakni komunikasi yang mempunyai ciri pokok, pesan yang dikomunikasikan adalah hal yang baru (inovasi).
      Diseminasi adalah proses penyebaran inovasi yang direncanakan, diarahkan, dan dikelola. Jadi kalau difusi terjadi secara spontan, maka diseminasi  dengan  perencanaan.

C.    Elemen Difusi Inovasi

      Rogers mengemukakan ada 4 elemen pokok difusi inovasi, yaitu :
1.      Inovasi
      Inovasi ialah suatu ide, barang, kejadian, metode yang diamati sebagai suatu yang baru bagi seseorang atau sekelompok orang, baik berupa hasil invensi atau diskoveri yang diadakan untuk mencapai tujuan tertentu.   Dengan   adanya   informasi   akan memperjelas arah inovasi tersebut. Rogers membedakan dua macam informasi, pertama informasi yang berkaitan dengan pertanyaan “ Apa inovasi (hal yang baru) itu?”, “Bagaimana menggunakannya?”, “Mengapa perlu itu?”. Informasi yang kedua berkaitan dengan penilaian inovasi atau  berkaitan dengan  pertanyaan “Apa manfaat menerapkan inovasi?”. “Apa konsekuensinya menggunakan inovasi?.”
      Jika anggota sistem sosial (warga masyarakat) yang menjadi sasaran inovasi   dapat   memperoleh   informasi   yang   dapat   menjawab   berbagai pertanyaan  tersebut  dengan  jelas,  maka  akan  hilanglah  ketidak  tentuan terhadap inovasi. Mereka telah memperoleh pengertian yang mantap apa inovasi itu. Mereka akan menerima dan juga menerapkan inovasi. Cepat lambatnya proses penerimaan inovasi dipengaruhi juga oleh atribut dan karakteristik inovasi.

2.      Komunikasi dengan saluran tertentu

      Komunikasi   dalam   difusi   inovasi   ini   diartikan   sebagai   proses pertukaran informasi  antara  anggota sistem  sosial,  sehingga terjadi  saling pengertian antara satu dengan yang lain. Saluran komunikasi merupakan alat untuk menyampaikan informasi dari seorang ke orang lain. Saluran interpersonal (hubungan secara langsung antar individu), lebih efektif untuk mempengaruhi atau membujuk seseorang agar mau menerima inovasi, terutama antara orang yang bersahabat atau mempunyai hubungan yang erat. Dalam penggunaan saluran interpersonal dapat juga terjadi hubungan untuk beberapa orang, dengan kata lain saluran interpersonal dapat dilakukan dalam suatu kelompok.
3.      Waktu
      Waktu adalah elemen yang penting dalam proses difusi, karena waktu merupakan aspek utama dalam proses komunikasi. Peranan dimensi waktu dalam proses difusi terdapat pada tiga  hal sebagai berikut:
a.       Proses keputusan inovasi ialah proses sejak seseorang mengetahui inovasi pertama  kali  sampai  ia  memutuskan  untuk  menerima  atau  menolak inovasi.
b.      Kepekaan seseorang terhadap inovasi. Tidak semua orang dalam suatu sistem  sosial  menerima  inovasi  dalam  waktu   yang  sama.  Mereka menerima inovasi dari urutan waktu, artinya ada yang dahulu ada yang kemudian. Orang yang menerima inovasi lebih dahulu secara reletif lebih peka terhadap inovasi daripada yang menerima inovasi lebih akhir. Jadi kepekaan inovasi ditandai dengan lebih dahulunya seseorang menerima inovasi dari yang lain dalam suatu sistem sosial (masyarakat).
c.       Kecepatan penerimaan inovasi ialah kecepatan relatif diterimanya inovasi oleh warga masyarakat. Kecepatan inovasi biasanya diukur berdasarkan lamanya waktu yang diperlukan untuk mencapai prosentase tertentu dari jumlah waktu masyarkat yang telah menerima inovasi. Oleh karen itu pengkuran kecepatan inovasi cenderung diukur dengan berdasarkan tinjauan penerimaan inovasi oleh keseluruhan warga masyarakat bukan penerimaan inovasi secara individual.
4.       Warga Masyarakat (anggota sistem sosial)
      Warga Masyarakat (anggota sistem sosial) ialah hubungan (interaksi antar individu atau orang dengan bekerja sama untuk memecahkan masalah guna mencapai tujuan tertentu.

D.    Proses Inovasi

      Berikut  ini  diberikan  uraian  secara  singkat  proses  inovasi  dalam organisasi menurut Zaltman, Duncan, dan Holbek (1973). Zaltman dan kawan-kawan membagi proses inovasi dalam organisasi menjadi  dua  tahap  yaitu  tahap  permulaan  (initiation  stage)  dan  tahap implementasi (implementation stage).
1.      Tahap Permulaan (Intiation Stage)
a.        Langkah pengetahuan dan kesadaran
      Sebelum inovasi dapat diterima calon penerima harus sudah menyadari bahwa ada inovasi, dan dengan demikian ada kesempatan untuk menggunakan inovasi dalam organisasi. Jika pimpinan sadar bahwa terdapat suatu kertetinggalan, kemudian akan merubah hasil yang diharapkan dan menciptakan inovasi.



b.      Langkah pembentukan sikap terhadap inovasi
      Dalam tahap ini anggota organisasi membentuk sikap terhadap inovasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap terhadap inovasi memegang peranan yang penting untuk menimbulkan motivasi untuk ingin berubah atau mau menerima inovasi. Ada dua hal dari dimensi sikap yang dapat ditunjukkan anggota organisasi terhadap adanya inovasi yaitu:
1)      Sikap terbuka terhadap inovasi
2)      Memiliki persepsi tentang potensi inovasi
c.       Langkah pengambilan keputusan
      Jika unit pengambil keputusan dalam organisasi menganggap bahwa inovasi itu memang dapat diterima dan ia senang untuk menerimanya maka inovasi akan diterima dan diterapkan. Demikian pula sebaliknya jika unit pengambil keputusan tidak menyukai inovasi dan menganggap inovasi tidak bermanfaat maka ia akan  menolaknya.  Pada  saat  akan  mengambil  keputusan  peranan komunikasi sangat penting untuk memeperoleh informasi yang sebanyak-banyaknya   tentang   inovasi.  




2.      Tahap Implementasi (Implementation Stage)
a.        Langkah awal (permulaan) implementasi

      Pada langkah ini organisasi mencoba menerapkan sebagian inovasi. Misalnya setelah Dekan memutuskan bahwa semua dosen harus membuat persiapan mengajar dengan model Satuan Acara perkuliahan, maka pada awal penerapannya setiap dosen diwajibkan membuat untuk satu mata kuliah dulu, sebelum nanti akan berlaku untuk semua mata kuliah.
b.      Langkah kelanjutan pembinaan penerapan inovasi
Jika pada penerapan awal telah berhasil, para anggota telah mengetahui dan memahami inovasi, serta memperoleh pengalaman dalam menerapkannya, maka tinggal melanjutkan dan menjaga kelangsungannya (Syaefudin, 2010).

Senin, 07 Mei 2012

Kontrasepsi Darurat

Kontrasepsi darurat adalah kontrasepsi yang dapat mencegah kehamilan bla digunakan segera setelah hubungan seksual. hal ini sering disebut "kontrasepsi pascasenggama" atau "morning after pill" atau "morning after treatment". sebutan kontrasepsi darurat menekankan juga bahwa dalam cara KB ini lebih baik dari pada tidak ada sama sekali. namun tetap kurang efektif di bandingkan dengan cara KB yang sudah ada. Kontrasepsi darurat tidak boleh dipakai sebagai metode KB secara rutin atau terus menerus.


  • Jenis Kondar 
Cara
Merek Dagang
Dosis
Waktu Pemberian
1.      Mekanik
AKDR-Cu
Copper T
Multiload
Nova T
Satu kali pemasangan
Dalam waktu 7 hari pascasenggama
2.      Medik
a.       Pil kombinasi tinggi






b.      Dosisi rendah




c.       Progestrin




d.      Estrogen



e.       Mifepristone


f.       danazol

Mycrogynon 50
Ovral
Neogynon
Nordiol
Eugynon


Microgynon 30
Mikrodiol
Nordette


Postinor-2*




Lynoral
Premarin
Progynova

RU-486


Danocrine

2x2 tablet






2x4 tablet




2x1 tablet




2,5 mg/dosis
10 mg/dosis
10 mg/dosis

1x600 mg


2x4 tablet

Dalam waktu 3 hari pascasenggama, dosis kedua 12 jam kemudian



Dalam waktu 3 hari pascasenggama, dosis kedua 12 jam kemudian

Dalam waktu 3 hari pascasenggama, dosis kedua 12 jam kemudian

Dalam waktu 3 hari pascasenggama, 2x1 dosis selama 5 hari

Dalam waktu 3 hari pascasenggama

Dalam waktu 3 hari pascasenggama, dosis kedua 12 jam kemudian

  • Manfaat
  1. sangat efektif (tingkat kehamilan <3%)
  2. AKDR juga bermanfaat jangka panjang
  • Keterbatasan
  1. pil kombinasi hanya efektif jika digunakan dalam 72 jam sesudah hubungan seksual tanpa perlindungan
  2. pil kombinasi dapat menyebabkan nausea, muntah atau nyeri payudara
  3. AKDR hanya efektif jika dipasang dalam 7 hari sesudah hubungan seksual
  4. pemasangan AKDR memerlukan tenaga terlatih dan sebaiknya tidak digunakan pada klien yang terpapar dengan risiko PMS. 
  • Indikasi
  1. untuk mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki
  2. bila terjadi kesalahan dalam pemakaian kontrasepsi seperti : kondom bocor, lepas atau salah menggunakannya, diafragma pecah, robek atau diangkat terlalu cepat, kegagalan senggama terputus misalnya ejakulasi di vagina atau pada genitalia eksternal, salah hitung masa subur, AKDR ekspulsi, lupa minum pil KB lebih dari 2 tablet, terlambat lebih dari 2 minggu untuk suntik KB. 
  3. perkosaan
  4. tidak menggunakan kontrasepsi
  • kontraindikasi
  1. hamil atau tersangka hamil
  • efek samping
  1. mual, muntah, perlu konseling. jika muntah terjadi dalam 2 jam sesudah penggunaan pil pertama atau kedua, dosis ulangan perlu diberikan. 
  2. perdarahan/ bercak, sekitar 50%, mendapat haid pada waktunya bahkan lebih awal. 
sumber : Prawirohardjo, 2006. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kontrasepsi. Jakarta : Yayasan Bina Pustaka

Semoga bermanfaat :)

Rabu, 11 April 2012

Proses Persalinan



ini dia video proses persalinan, coba lihat betapa indahnya kita keluar dari dunia yang hangat dalam rahim ibu kita, dengan segala kerahasiaannya, tuhan menciptakan sesuatu dengan segala proses dan manfaatnya. sulitnya ibu melahirkan kita dengan persalinan normal, akan dibayar dengan tangisan bayi yang baru saja lahir beberapa detik dari jalan lahirnya, membuat ibu kita tidak merasakan rasa nyeri yang sebelumnya beliau rasakan :)

Sabtu, 24 Maret 2012

Rumput Fatimah ! Jangan coba - coba buat persalinan !

Persalinan, proses melahirkan yang sebenernya suatu hal yang fisiologis (normal), dari mulai terasa mules yang masih jarang tapi teratur, sampai mules yang sering dan teratur yang menyebabkan adanya pembukaan.... Melahirkan seorang bayi kan perlu pembukaan sampai 10 cm, waktu pembukaan 1-10 cm itu cukup lama, tapi tergantung juga ga semua orang sama tergantung faktor lain, misal biasanya ibu yang baru pertama kali melahirkan bakal lebih lama buat sampe pembukaan 10 dibanding ibu yang udah berulang kali melahirkan. Nah mules yang dirasain itu salah satunya karena meningkatnya oksitosin. Ga semua ibu ngerasain mules yang sering teratur sama kuat, yang bisa lancar dalam pembukaan. Ada ibu yang mulesnya kurang kuat, jarang juga ini nyebabin pembukaan ga maju-maju. Nah biasanya kalo ada kasus kaya gini, di rumah sakit dilakukan drip oksi (RL 500 ml + Oksitosin 5IU 20gtt/menit untuk drip flat semacam percobaan gt)... ada juga yang tiap setengah jam tetesan meningkat 10gtt.. misalnya : 

jam 06.00 --> 20 gtt/menit
jam 06.30 --> 30 gtt/menit

jam 07.00 --> 40 gtt/menit
jam 07.30 --> 50 gtt/menit

jam 08.00 --> 60 gtt/menit

Nah maksimal sampai 60 gtt/menit, kalau mules udah bagus di pertengahan, misalnya di 40gtt/menit udah bagus, yaudah pertahankan di tetesan segitu. tapi kalo masih kurang bagus, maksimal 60 gtt/menit. kalo labu pertama udah abis, ganti labu kedua, tapi ga langsung, istirahat dulu 1 jam-an infus RL biasanya, baru lanjut labu kedua... 

Nah, oksitosin juga terkandung dalam RUMPUT FATIMAH ....
Rumput Fatimah (Labisa pumila) adalah tumbuhan semak asal Arab. Tanaman ini cukup popular . Orang Barat menyebutnya Mawar Jeriko. Para jamaah biasa membeli rumput fatimah sebagai oleh-oleh dari Tanah Suci. Tanaman ini walaupun kering sudah puluhan tahun disimpan, namun kalau direndam dalam air akan mekar kembali. 
 

Rumput fatimah atau Labisa pumila ini mengandung oksitoksin yaitu zat yang digunakan oleh tubuh untuk merangsang kontraksi rahim, sehingga dipercaya dapat mempercepat persalinan. Zat sejenis oksitoksin yang terkandung di dalam rumput fatimah sama seperti obat yang diberikan untuk menginduksi ibu hamil agar terjadi kontraksi. Biasanya, rumput Fatimah ini direndam dalam air hingga mengembang, kemudian air rendamannya diminum. Saking jarangnya yang punya rumput fatimah, tak sedikit ibu hamil yang bersusah payah mencari tanaman berkhasiat ini.


Namun hal ini jelas salah. Kandungan oksitosin tersebut dosisnya tidak dapat diukur. Tumbuhan ini dipakai dengan cara akarnya direndam. Air rendaman inilah yang diminum. Semakin lama direndam, kadar oksitosin yang terlarut pun semakin pekat. Dosisnya bisa jadi berlipat-lipat. Pada obat-obat modern, masalah variasi ini tidak terjadi. Semua bahan aktifnya jelas. Dosisnya pun terukur. Sehingga efeknya bisa jadi sangat berbahaya jika kita salah dalam dosis dan aturan meminumnya


Mitos mengatakan, jika Anda susah melahirkan, minum saja rumput Fatimah. 

Jangan coba coba pokonya... 
sempet ada kejadian nih pas dines di RS, satu pasien yang juga di drip/rangsang, observasian BJA(bunyi jantung anak) mulanya normal, tapi tiba tiba gawat janin BJA anak sampai 67x/menit padahal normal antara 120-160x/menit... dan baru terucap dari mulut ibu bahwa paginya ibu minum rumput fatimah 1 gelas... jelas, di drip, minum rumput fatimah juga, udah pasti bayinya kegoncang lah istilahnya... mungkin diibaratin kaya gempat 10skala richter kali :p

sekali lagi jangan coba coba, kan kalo di infus drip masih bisa diatur dosis atau takarannya, kalo rumput fatimah kan gabisa... yahyahyah ibu ibu, ibu hamil/bersalin jangan coba coba pokonya :)

Sabtu, 04 Februari 2012

Apa itu Dismenore ?

Siapa sih yang ga pernah ngerasain nyeri haid? walaupun tidak semua orang merasakannya. Nyeri ini merupakan salah satu problema saat haid atau menstruasi, karena bisa mengganggu aktivitas jika merasakannya. Saya sendiri termasuk orang yang sudah menjadi langganan setiap bulannya untuk merasakan ini. Walau saya seorang mahasiswi kebidanan yang mengetahui bagaimana terjadinya nyeri haid ini, tapi tetap saja, ketika saya merasakan nyeri ini, rasanya ingin berteriak karena nyeri yang dirasakan bak seperti perut yang diremas-remas seperti cucian yang akan dibilas. Tetapi, ini seputar lebih lanjut apa itu nyeri haid, atau lebih dikenal dalam dunia kesehatan adalah dismenore :)


Dismenore adalah nyeri perut yang berasal dari kram rahim dan terjadi selama menstruasi. Menurut Carey pada tahun 2001, dismenore adalah menstruasi yang menimbulkan nyeri. Ada juga yang mengatakan bahwa menstruasi adalah rasa nyeri baik itu menjelang maupun saat menstruasi sampai wanita tersebut tidak bisa bekerja atau harus tidur. Nyeri ini bersamaan dengan rasa mual, sakit kepala, perasaan mau pingsang, dan lekas marah (Arief Mansjoer, 2000)


Nah, dismenore dibagi menjadi dua, ada dismenore primer dan dismenore sekunder. Dismenore primer adalah dismenore yang tidak diketahui penyebabnya. Sedangkan dismenore sekunder adalah dismenore yang terjadi karena adanya kelainan kandungan. Biasanya yang terjadi setiap bulannya adalah dismenore primer, seperti yang selalu saya rasakan. 


Bagaimana terjadinya dismenore primer tersebut? 


Dismenore primer sering terjadi, kemungkinan lebih dari 50% wanita mengalaminya dan 15% diantaranya mengalami nyeri pada saat menstruasi yang hebat. Dysmenorrhea terjadi pada saat fase pramenstruasi (sekresi). Pada fase ini terjadi peningkatan hormon prolaktin dan hormon estrogen. Sesuai dengan sifatnya, prolaktin dapat meningkatkan  kontraksi uterus.   Hormon yang juga terlibat dalam dysmenorrhea adalah hormon prostaglandin. Prostaglandin sangat terkait dengan infertilitas pada wanita, dysmenorrhea, hipertensi, preeklamsi eklamsi, dan anafilaktik syok. Pada fase menstruasi prostaglandin meningkatkan respon miometrial yang menstimulasi hormon oksitosin. Dan hormon oksitosin ini juga mempunyai sifat meningkatkan kontraksi uterus. Sehingga dapat disimpulkan bahwa  dysmenorrhea sebagian besar akibat kontraksi uterus (Manuaba , 2006).  

Selain itu dalam siklus menstruasi, menurut prawirohardjo pada tahun 1999, terdapat beberapa faktor yang dapat mempengaruhi, seperti faktor enzim, faktor vaskuler dan faktor prostaglandin. Disana disebutkan bahwa salah satunya adalah faktor prostaglandin, nah pada Endometrium (lapisan terdalam rahim) mengandung banyak prostaglandin, dengan terkikisnya lapisan endometrium, prostaglandin terlepas dan  menyebabkan berkontraksinya miometrium (lapisan otot pada rahim) sebagai suatu faktor untuk membatasi perdarahan pada haid. 

Jadi, kenapa kita merasakan nyeri haid setiap bulannya? karena pengaruh hormon-hormon pada saat menstruasi, yaitu hormon prostaglandin juga oksitosin. Yang tak lain adanya nyeri/kontraksi tersebut untuk membatasi agar darah yang keluar terbatas atau tidak terlalu banyak. :)

Apa saja gejala yang biasanya timbul saat dismenore?

Sebenarnya banyak gejala yang dirasakan dan setiap orang berbeda, tetapi umumnya sama. Menurut  Kasdu (2005), gejala  dysmenorrhea yang sering muncul adalah :
  1. Rasa sakit yang dimulai pada hari pertama menstruasi
  2. Terasa lebih baik setelah pendarahan menstruasi mulai
  3. Terkadang nyerinya hilang setelah satu atau dua hari. Namun, ada juga wanita yang masih merasakan nyeri perut meskipun sudah dua hari haid.
  4. Nyeri pada perut bagian bahwa, yang bisa menjalar ke punggung bagian bahwa dan tungkai.
  5. Nyeri dirasakan sebagai kram yang hilang timbul atau sebagai nyeri 
  6. tumpul yang terus menerus.
  7. Terkadang disertai rasa mual, muntah, pusing atau pening
Nah itu tentang dismenore primer, sekarang bagaimana dengan dismenore sekunder?
Dismenore sekunder lebih jarang ditemukan dan terjadi pada 25% wanita yang mengalami dismenore. Penyebab dari dismenore sekunder adalah:

  1. Endometriosis (keadaan dimana endometrium berada di tempat yang tidak seharusnya)
  2. Fibroid (tumor jinak dari jaringan uterus)
  3. Adenomiosis (tumbuhnya jaringan endometrium ke lapisan miometrium)
  4. Peradangan tuba falopii (adanya radang di saluran tuba, atau saluran yang menghubungkan antara telur dan rahim)
  5. Perlengketan abnormal antara organ di dalam perut. 
  6. Pemakaian IUD.  

Bagaimana mengatasinya?


Ada beberapa cara yang dilakukan untuk mengatasinya, untuk mengurangi rasa nyeri bisa diberikan obat anti peradangan non-steroid (misalnya ibuprofen, naproxen dan asam mefenamat). Obat anti peradangan non steroid akan sangat efektif jika mulai diminum 2 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari 1-2 menstruasi. Untuk mengatasi mual dan muntah bisa diberikan obat anti mual, tetapi mual dan muntah biasanya menghilang jika kramnya telah teratasi, Jika nyeri terus dirasakan dan mengganggu kegiatan sehari-hari, maka diberikan pil KB dosis rendah yang mengandung estrogen dan progesteron atau diberikan medroxiprogesteron. Pemberian kedua obat tersebut dimaksudkan untuk mencegah ovulasi (pelepasan sel telur) dan mengurangi pembentukan prostaglandin, yang selanjutnya akan mengurangi beratnya  dysmenorrhea. Jika obat ini juga tidak efektif, maka dilakukan pemeriksaan tambahan (misalnya laparoskopi). Jika  dysmenorrhea sangat berat bisa dilakukan ablasio endometrium, yaitu suatu prosedur dimana lapisan rahim dibakar atau diuapkan dengan alat pemanas. Pengobatan untuk dismenore/nyeri pada saat menstruasi sekunder tergantung kepada penyebabnya.

Selain obat-obatan, ada juga cara lain untuk mengatasinya, seperti Istirahat yang cukup, Olah raga yang teratur (terutama berjalan). Olah raga  Mampu meningkatkan produksi endorphin otak yang dapat menurunkan stress sehingga secara tidak langsung juga mengurangi nyeri, Pijatan lembut pada bagian tubuh  yang nyeri dengan menggunakan tangan akan menyebabkan relaksasi otot dan memberikan efek sedasi, Kompres hangat di daerah perut.  Suhu panas dapat memperingan keluhan. Lakukan pengompresan dengan handuk panas atau botol air panas pada perut atau punggung bawah atau mandi dengan air hangat, Distraksi pendengaran Diantaranya mendengarkan musik yang disukai atau suara burung serta gemercik air, individu dianjurkan untuk memilih musik yang disukai dan musik tenang seperti musik klasik, dan diminta untuk berkosentrasi pada lirik dan irama lagu. Juga diperbolehkan untuk menggerakkan tubuh mengikuti irama lagu seperti bergoyang, mengetukkan jari atau kaki.

Itu dia cara untuk mengatasi dismenore, biasanya yang saya lakukan dengan minum asam mefenamat, kompres hangat di sekitar perut bawah dan minta dipijat di tulang sekitar pinggang, juga istirahat, dengan melakukan itu, saya sudah tidak merasakan lagi, terutama jika dilakukan pijatan di sekitar pinggang, menurut saya itu sangat ampuh, selain bisa merelaksasikan rasa nyeri yang dirasakan, juga menjadi lebih nyaman :)