Selasa, 27 September 2011

Belajar Anak TK :D

 



Kebidanan..

Kuliahnya macem - macem ternyata, sampe bikin kaya yang biasa anak TK bikin pun kami pelajari. Tapi beda dong, ya sekilas mirip membuat gambar berwarnam, rumah, sawah, sungai, lapang bola kaya yang di samping ini.



Tapi sebenernya ini emang ada kaitannya sama kebidanan ko, kita lagi kuliah Asuhan Kebidanan 5 (komunitas). Jadi ini semacam gimana sih bidan menggerakan masyarakat buat nyelesein masalah yang ada di masyarakat itu sendiri, berbasis dari oleh dan untuk masyarakat.






 
Sebenernya banyak metode penyelesaian masalah yang bisa kita lakuin kalo ada di komunitas, kaya transect, diagram venn, pemetaan, kalender musim, pohon masalah melalui focus group discussion. Nah dari gambar - gambar ini contoh dari pemetaan. Jadi kita dengan masyarakat bersama - sama menganalisis berapa sih jumlah ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, remaja, pasangan usia subur, wanita usia subur, lansia, yang kita gambarkan pake simbol di peta itu. Kaitannya apa? tentunya buat mempermudah bidan memberikan pelayanan kepada masyarakat. 


Semoga ngga cuma dikelas kita bisa mengaplikasikan pendekatan penyelesaian masalah di masyarakat ini, saat kita terjun di masyarakat semoga masyarakat dimana kita nanti PBL komunitas, kita diterima oleh masyarakat dan dapat membantu mengkordinir masyarakat untuk menyelesesaikan masalah yang ada disekitar wilayah masyarakat tsb. 

Rabu, 21 September 2011

Pelukan Yang Menyelamatkan



bungaca:

katadurita:

sahilcripnigga:

This picture is from an article called “The Rescuing Hug”. The article details the first week of life of a set of twins. Each were in their respective incubators and one was not expected to live. A hospital nurse fought against the hospital rules and placed the babies in one incubator. When they were placed together, the healthier of the two threw an arm over her sister in an endearing embrace. The smaller baby’s heart stabilized and temperature rose to normal.

Subhanallah :)

Kelak makin pengen punya anak kembar :)
Gambar ini diambil dari sebuah artikel yang berjudul " The Rescuing Hug" . Secara singkat isi artikel ini menceritakan tentang kehidupan di minggu pertama pada bayi kembar. Kedua nya ditempatkan pada inkubator yang berbeda, salah satu bayi memiliki kemungkinan kecil untuk dapat hidup lebih lama dari kembarannya, namun seorang perawat berperang melawan peraturan di RS tersebut dan menempatkan kedua bayi dalam 1 inkubator, ketika mereka ditempatkan bersama - sama, keduanya semakin sehat karena pelukan menawan dari seorang kakak pada adiknya. Akhirnya jantung bayi stabil dan suhu dalam keadaan normal.

subhanalloh :) 


Kisah Ibu Hamil Ngidam Pemoles Furnitur


SEORANG perempuan asal Amerika yang tengah hamil tujuh bulan memiliki hasrat ngidam yang unik. Ia mengalami kemauan tak terkendali untuk mengonsumsi pemoles furnitur semprot. 

Veness Emma, 26, mengonsumsi pemoles furnitur yang disemprotkan tiga kali sehari dan memilih produk pemoles bermerek Asda Smart Price. Hingga kini, diketahui ia telah mengonsumsi tiga kaleng. 

“Saya sendiri tidak bisa menjelaskan mengapa menyukainya. Mungkin karena teksturnya. Biasanya saya akan menyemprotkan sedikit di jari saya dan menjilatinya atau menyemprotkan pada kain lap lalu menghirupnya,” kata Veness, seperti dikutip dari Dailymail, Senin (18/7). 

Veness didiagnosis menderita Pica yakni sebuah gangguan yang penderitanya memiliki keinginan kuat (ngidam) akan sesuatu yang benar-benar tidak ada nilai nutrisinya. Kebanyakan perempuan hamil akan mengidam makanan selama kehamilan, tetapi ada juga menginginkan zat selain makanan seperti kotoran, kapur, atau kertas. 

Diduga, hasrat Pica melibatkan upaya tubuh untuk mengisi kekurangan vitamin dan mineral. Pica diklasifikasikan sebagai gangguan mental dalam jurnal Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. “Saya sudah menemui dokter kandungan, tapi ia hanya memberikan saran agar saya mengganti kebiasaan itu dengan makan cokelat,” katanya. (Pri/OL-06) 

- media hidup sehat

Kejamnya Kereta Dorong Bayi


MENURUT ahli kesehatan anak terkemuka asal Australia, ibu yang menggendong bayi menghadap ke depan dinilai kejam dan egois. Begitu juga dengan yang menaruh bayi di kereta dorong yang menghadap jauh dari orang tua. 

Cathrine Fowler, seorang profesor keperawatan anak dan kesehatan keluarga, mengklaim anak-anak akan ketakutan jika dibawa dalam gendongan atau didorong di kereta bayi tanpa terlihat dari orang tua. 

“Bayangkan jika Anda sendiri diikat ke dada seseorang dengan kaki dan tangan menggapai-gapai, tanpa kontrol ke dalam satu pusat perbelanjaan yang padat, itu pastinya akan menakutkan,” kata Profesor Fowler seperti dikutip dari Daily Mail, Senin (22/8). Maka itulah ia menyimpulkan menggendong bayi menghadap depan akan menciptakan situasi yang sangat stress bagi anak. 

Komentar Profesor Fowler itu tak hanya diterapkan untuk bayi yang baru lahir, tetapi juga anak-anak sampai usia satu tahun. 

Komentar itu dilontarkannya berdasarkan studi pada 2008 yang menemukan bahwa bayi akan menderita bila mereka tal dapat melihat orang tua mereka saat berada di dalam kereta dorong. Dalam penelitian oleh University of Dundee itu, akademisi menemukan bahwa kereta bayi yang menghadapi ke depan bisa membuat anak menjadi mudah cemas saat dewasa. Anak-anak akan merasa sulit mendapatkan perhatian orang tua mereka. Sebaliknya, metode tradisional dengan menggunakan kereta bayi yang menghadap orang tua membuat bayi akan lebih mungkin untuk tertawa, mendengarkan ibu mereka berbicara, dan mudah tidur. Itu otomatis yang menunjukkan tingkat stres yang lebih rendah. (Pri/OL-06) 

- media hidup sehat

Selasa, 06 September 2011

Lirik iklan BKKBN versi Wish Shireen Sungkan - Teuku Wisnu

Suka iklan sama liriknya bagus :D

Ingin ku sunting dirimu
Mau ah aku mau
Tapi jangan buru - buru
Aw tunggu cukup usia dulu
Agar bahtera kita indah slamanya
Jangan hamil cepat - cepat
Jangan lahir rapat - rapat
Agar bayi lahir sehat dan ibu selamat
Dua anak lebih baik :D ! AHAHAHA